Studi Alkitab

Studi Perjanjian Lama

Menyelami kitab-kitab Perjanjian Lama untuk memahami karakter Allah, sejarah umat-Nya, dan bagaimana semuanya menunjuk kepada Kristus.

Mazmur

Mazmur 6:1-10

Jujur di Hadapan Allah

Di balik ketidakberdayaannya, Daud dengan jujur mencurahkan isi hatinya kepada Allah dan meyakini bahwa TUHAN telah mendengar serta mengabulkan permohonannya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 68:21-35

Kekuatan dalam Kesatuan Umat

Nubuat mesianik tentang kemenangan dan kenaikan Kristus berpadu dengan gambaran perarakan umat Allah, menyingkapkan betapa dahsyatnya kuasa-Nya dalam persekutuan yang bertumbuh bersama.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 79:1-13

Memohon Ampun di Reruntuhan

Di tengah kehancuran Yerusalem dan bait TUHAN, pemazmur memohon agar Allah tidak menghukum berdasarkan dosa nenek moyang, melainkan segera mengampuni dan menolong umat-Nya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 84:1-12

Rindu akan Rumah TUHAN

Pemazmur mencurahkan kerinduannya yang mendalam akan hadirat Allah dan persekutuan di bait-Nya, sebuah kegairahan yang seharusnya juga menandai hidup orang percaya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 87:1-7

Kota yang Dikasihi TUHAN

Sion digambarkan sebagai kota kesayangan TUHAN di antara segala bangsa, sebuah pengingat bagi orang percaya yang kini menjadi bait Allah untuk menjaga kekudusan hidupnya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 91:1-16

Naungan Sang Mahatinggi

Pemazmur menyebut empat nama Allah untuk meyakinkan bahwa siapa pun yang menjadikan TUHAN tempat perteduhannya akan senantiasa dilindungi dan diselamatkan-Nya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 93:1-5

TUHAN Raja yang Berkuasa

Kebesaran dan keperkasaan TUHAN sebagai Raja tidak bergantung pada ketaatan manusia, namun umat-Nya dipanggil untuk hidup mengikuti peraturan-Nya sebagai satu-satunya jalan kebahagiaan.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 95:1-11

Jangan Keraskan Hatimu

Pemazmur mengajak umat menyembah TUHAN sebagai Raja pencipta segalanya, sekaligus mengingatkan agar tidak mengeraskan hati seperti nenek moyang mereka di padang gurun.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 101:1-8

Ikrar Seorang Pemimpin

Daud mengikrarkan komitmennya untuk menegakkan kasih dan hukum TUHAN, menjaga integritas, menjauhi kejahatan, dan menjalankan keadilan sebagai seorang pemimpin.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 102:1-11

Doa dari Kesengsaraan

Dalam penderitaan yang berat, pemazmur berteriak mencurahkan pengaduannya kepada TUHAN, mengajak kita bertanya kepada siapa kita berteriak minta tolong ketika sengsara.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 102:12-22

Harapan bagi yang Putus Asa

TUHAN yang tidak pernah berubah setia akan bangkit menyayangi Sion dan mendengar doa orang-orang tertindas, menjadi sumber harapan bagi mereka yang tak berpengharapan lagi.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 104:1-18

Penguasa Alam Semesta

TUHAN digambarkan sebagai Penguasa alam semesta yang menciptakan segala sesuatu dengan maksud tertentu untuk memelihara seluruh ciptaan-Nya, tidak ada yang kebetulan.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 110:1-7

Nubuat tentang Sang Mesias

Mazmur ini sepenuhnya berbicara tentang Yesus Kristus yang menjalankan jabatan-Nya sebagai Nabi, Imam, dan Raja, sebagaimana dikutip berulang kali dalam Perjanjian Baru.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 114:1-8

Dibebaskan untuk Beribadah

Mujizat pembebasan Israel dari Mesir memiliki tujuan agar mereka beribadah kepada TUHAN dalam kekudusan dan ketaatan, sama seperti kita dimerdekakan dari dosa untuk memuliakan-Nya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 117:1-2

Pujian bagi Segala Bangsa

Syair terpendek dalam Alkitab ini mengajak segala bangsa memuji TUHAN atas kasih dan kesetiaan-Nya, dikutip Rasul Paulus untuk menjelaskan karya keselamatan Kristus.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 119:57-80

TUHAN Bagianku

Pemazmur mengakui TUHAN sebagai warisannya yang paling berharga, dan memahami bahwa penindasan yang ia alami justru mengajarnya mencintai firman-Nya.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 129:1-8

Tidak Dapat Dikalahkan

Meski disesakkan sejak masa muda, umat Allah tidak dapat dikalahkan, sedangkan rencana jahat para musuhnya justru berbalik menghancurkan mereka sendiri.

Baca selengkapnya →
Mazmur

Mazmur 133:1-3

Indahnya Hidup Rukun

Kerukunan di antara umat Allah digambarkan seindah minyak yang meleleh dan embun Hermon, karena ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat kehidupan.

Baca selengkapnya →
Amsal

Amsal 1:1-7

Permulaan Pengetahuan

Amsal Salomo dibuka dengan tujuan mulia: mengajarkan hikmat, didikan, dan kecerdasan — namun semua itu hanya diperoleh oleh hati yang takut akan TUHAN.

Baca selengkapnya →
Amsal

Amsal 4:14-27

Jagalah Hatimu

Jalan orang fasik itu gelap dan penuh sandungan, sedang jalan orang benar seperti cahaya fajar yang kian bertambah terang.

Baca selengkapnya →
Amsal

Amsal 15:13-22

Hati yang Gembira

Kegembiraan lahir dari hati yang penuh syukur akan kebaikan TUHAN — hati semacam ini akan selalu haus belajar dan bergairah memberkati orang lain.

Baca selengkapnya →
Amsal

Amsal 31:10-21

Istri yang Cakap

Puisi akrostik penutup Amsal ini melukiskan istri yang cakap sebagai orang yang membuat suaminya bahagia dan bekerja dengan rajin serta dermawan.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 1:1-11

Kesia-siaan di Bawah Matahari

Pengkhotbah membuka kitabnya dengan kesimpulan bahwa segala usaha manusia di bawah matahari adalah sia-sia, sebuah ajakan untuk meletakkan pengharapan hanya pada kasih karunia Allah.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 1:12-18

Banyak Hikmat, Banyak Susah Hati

Semakin banyak hikmat dan pengetahuan dicari tanpa Allah, semakin besar pula kesedihan yang ditemukan — namun apa yang dianggap bodoh oleh dunia justru dipilih Allah untuk memalukan yang berhikmat.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 2:1-11

Kesenangan yang Tak Memuaskan

Salomo mengejar kesenangan, kekayaan, dan hikmat sebagai jalan pencarian kebahagiaan, namun akhirnya menyadari semuanya sia-sia karena kita diciptakan untuk hidup dalam rencana Allah, bukan memuaskan diri sendiri.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 2:12-26

Rezeki yang Sudah Disediakan

Segala jerih payah manusia mencari makan, minum, dan kesenangan sesungguhnya adalah pemberian TUHAN, bukan semata hasil kerja keras — karenanya kita dipanggil untuk tidak kuatir dan mencari dahulu Kerajaan Allah.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 6:1-12

Kekayaan yang Tak Bisa Dinikmati

Memiliki harta, keturunan, dan umur panjang tanpa kemampuan untuk menikmatinya, kata Pengkhotbah, lebih menyedihkan daripada kematian dini — karena hanya melalui Roh Allah manusia dapat benar-benar mengerti hidup.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 7:1-10

Nama Baik dan Hari Kematian

Berada di rumah duka mengingatkan kita untuk hidup menjaga nama baik, sebab pada akhirnya kekekalan di sorga jauh lebih berharga daripada kesenangan sesaat di dunia ini.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 7:11-22

Jangan Terlalu Membenarkan Diri

Pengkhotbah mengoreksi anggapan bahwa kesalehan menjamin bebas dari penderitaan; sebaliknya, takut akan Allah dan mengikut Kristus dengan menyangkal diri adalah jalan hidup yang benar.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 7:23-29

Keterbatasan Hikmat Manusia

Pencarian panjang akan hikmat menyadarkan Pengkhotbah bahwa manusia tak akan pernah mandiri tanpa pertolongan hikmat dan kasih karunia Allah dalam menjalani hidup yang penuh misteri.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 8:9-17

Misteri Upah yang Terbalik

Kenyataan bahwa orang benar kadang dianggap gagal dan orang jahat tampak berhasil adalah misteri yang mengingatkan kita untuk tidak mengasihi dunia, melainkan mengenal Yang Benar di dalam Kristus.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 9:13-18

Hikmat yang Terlupakan

Kisah orang miskin namun bijaksana yang menyelamatkan kotanya, lalu dilupakan begitu saja, mengingatkan kita untuk terus memohon hikmat kepada Allah yang memberi dengan murah hati.

Baca selengkapnya →
Pengkhotbah

Pengkhotbah 11:1-8

Menabur dengan Murah Hati

Menaburkan kebaikan tanpa mengetahui hasilnya menuntut iman dan kemurahan hati, seperti roti yang dilemparkan ke air yang pada waktunya akan didapati kembali.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 1:9-17

Setangkai Bunga Pacar

Di tengah pujian raja Salomo yang memesona, hati gadis Sulam tetap bertahta bagi kekasihnya yang baginya lebih berharga dari kemewahan istana.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 2:16-17

Aku Kepunyaan Kekasihku

Kerinduan gadis Sulam untuk tidak melepaskan kekasih hatinya menjadi peringatan bagi orang percaya untuk tetap setia kepada Kristus, Sang Mempelai Sorga.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 4:1-11

Puji-Pujian sang Kekasih

Sang gembala kekasih hati meneguhkan gadis Sulam dengan pujian yang indah tentang dirinya — gambaran bagaimana Kristus memandang jemaat-Nya dengan kasih.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 5:2-8

Ketukan di Tengah Malam

Gairah gadis Sulam saat mendengar ketukan kekasihnya berubah menjadi kekecewaan ketika ia terlambat membuka pintu dan sang kekasih telah menghilang.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 8:5-7

Cinta yang Kuat Seperti Maut

Gadis Sulam dijemput pulang oleh kekasihnya dari padang gurun — mengingatkan kita akan kasih Kristus yang menebus kita dan cinta yang tak terpadamkan oleh air bah sekalipun.

Baca selengkapnya →
Kidung Agung

Kidung Agung 8:11-14

Kebun Anggurku Sendiri

Gadis Sulam menolak godaan raja Salomo dan memilih setia pada kebun anggurnya sendiri — simbol kesetiaan umat Allah kepada Tuhan Yesus, Sang Mempelai Sorga.

Baca selengkapnya →

Seri Studi Mendatang

Studi-studi berikut sedang dipersiapkan dan akan ditambahkan secara bertahap.

KeluaranPembebasan & Perjanjian di Sinai
YesayaNubuat & Pengharapan Mesianis