Amsal

Amsal 18:1-13

Ragam Hati yang Tertutup

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 18:1-13 (TB)

1 Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan.

2 Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya.

3 Bila kefasikan datang, datanglah juga penghinaan dan cela disertai cemooh.

4 Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir.

5 Tidak baik berpihak kepada orang fasik dengan menolak orang benar dalam pengadilan.

6 Bibir orang bebal menimbulkan perbantahan, dan mulutnya berseru meminta pukulan.

7 Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya.

8 Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.

9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

10 Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

Ada beberapa tipe orang dalam peringkop ini. Ada yang hidup menyendiri dalam kepahitan/ kekecewaan dan kemarahan, tidak mau mendengar nasihat dan celakanya ia sendiri tidak tau apa yang dapat memuaskan hatinya (ayat 1). Ada pula orang tinggi hati dan mengandalkan harta/ kepandaian/ kedudukannya sehingga harapannya punah saat semua kebanggaan sesaat itu hilang lenyap (ayat 11-13). Sebaliknya, orang benar/ bijak hanya mengandalkan pertolongan TUHAN sebagai menara yang kuat dan karenanya ia selamat

Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:5, 7)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama