Mazmur

Mazmur 116:10-19

Korban Syukur di Tengah Kesulitan

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 116:10-19 (TB)

10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.”

11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: “Semua manusia pembohong.”

12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?

13 Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,

14 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

16 Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!

17 Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

18 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

19 di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

Kelanjutan syair ini dijadikan mazmur terpisah dalam Septuaginta. Dan beberapa terjemahan kuno menyebutnya sebagai mazmur sang martir (mungkin terkait ayat 15). Disini, pemazmur percaya akan pertongan TUHAN didalam ketidak-percayaannya kepada manusia, ketidak-berdayaannya dan ketidak-mengertiannya (ayat 10-11), dan bahkan menaikkan ucapan syukur yang tak terhingga dan mempersembahkan korban syukur atas kebaikan TUHAN serta membayar nazar/ janjinya Ditengah kesulitan/ tantangan kehidupan sesulit apapun, baikah Anda & saya tetap melakukan pekerjaan baik yang Allah inginkan (bukan diam dalam keputus-asan) agar kita kembali/ terus menerus melihat & mengalami kebaikan/ mujizat Allah di dalam & melalui hidup kita sampai pada kesudahannya, Amin

Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah. (Ibrani 13:15-16)

Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. (2 Korintus 4:11, 13-14)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama