Amsal

Amsal 16:12-24

Kesombongan Menjauhkan Sahabat

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 16:12-24 (TB)

12 Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran.

13 Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya.

14 Kegeraman raja adalah bentara maut, tetapi orang bijak memadamkannya.

15 Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi.

16 Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.

17 Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya.

18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

19 Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati dari pada membagi rampasan dengan orang congkak.

20 Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

21 Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.

22 Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.

23 Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.

24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Ayat 18 menjelaskan bahwa orang yang sombong menjauhkan diri dari para sahabat sejatinya dan membuatnya hanya dikeilingi oleh orang-orang yang memanfaatkan kesombongan-nya itu. Ia sendiri akan sulit membedakan nasihat yang menjatuhkan dia dari nasihat yang membangun karena pikirannya yang jahat (contoh: Rehabeam, dalam 1 Raja-raja:6-19)

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 Korintus 13:4)

Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. (1 Yohanes 2:16-17)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama