Mazmur

Mazmur 90:1-6

Tempat Perteduhan Turun-Temurun

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 90:1-6 (TB)

1 Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.

2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”

4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

5 Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,

6 di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.

Mazmur tertua dan satu-satunya yang dikaitkan dengan doa nabi Musa bagi bangsa Israel setelah pemberontakan mereka (baca Keluaran 32-33). Syair ini diletakkan setelah Mazmur 89 (yang menyebutkan kasih setia TUHAN yang tidak berkesudahan bagi umat Israel yang tidak setia), dan sekaligus mengawali bagian keempat kitab Mazmur. Awal dari syair ini dapat menjadi sindiran tajam bagi manusia-manusia sombong yang merasa hebat dan tak memerlukan TUHAN! Kenyataannya, manusia tidak berdaya kecuali ia berteduh dalam perlindungan Allah: hidupnya yang singkat (seperti rumput) di mata TUHAN pun hanya bergantung pada pemeliharaan TUHAN sampai tiba saatnya TUHAN mengambil dia kembali. Berbahagialah kita yang dipilih TUHAN menjadi umatNya, karena hidup kita yang singkat ini akan dibuatNya berarti, Amin

dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.“ (Kejadian 3:19)

dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. (Pengkhotbah 12:7-8)

Tidak ada yang seperti Allah, hai Yesyurun. Ia berkendaraan melintasi langit sebagai penolongmu dan dalam kejayaan-Nya melintasi awan-awan. Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal. Ia mengusir musuh dari depanmu dan berfirman: Punahkanlah! Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka.“ (Ulangan 33:26-27, 29)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama