AmsalBergaul dengan Orang Bijak
Shalom, Kekasih Kristus.
Amsal 9:1-9 (TB)
1 Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,
2 memotong ternak sembelihannya, mencampur anggurnya, dan menyediakan hidangannya.
3 Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:
4 “Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari”; dan kepada yang tidak berakal budi katanya:
5 “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur;
6 buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian.“
7 Siapa mendidik seorang pencemooh, mendatangkan cemooh kepada dirinya sendiri, dan siapa mengecam orang fasik, mendapat cela.
8 Janganlah mengecam seorang pencemooh, supaya engkau jangan dibencinya, kecamlah orang bijak, maka engkau akan dikasihinya,
9 berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.
Bergaul lah dalam kumpulan orang yang bijak (takut akan TUHAN) agar kamu memperoleh nasihat yang baik dan pengetahuan yang benar; dan sebaliknya, jauhilah pergaulan dengan orang-orang fasik karena pengetahuan Anda tidak akan dihargai dan Anda akan mendapatkan celaka oleh kebodohan mereka
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. (1 Korintus 15:33)
Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. (1 Korintus 5:8, 11)