Mazmur

Mazmur 55:1-12

Menangis di Hadapan Bapa

Shalom, Kekasih Kristus.

Sebagaimana semua Maskil sebelumnya, syair yang dinyanyikan dengan iringan kecapi ini ditulis Daud berdasarkan kegelisahan hati/ pikirannya; dan kali ini, nyanyian (sekaligus doa) Daud mengacu kepada pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya. Banyak yang menduga pengkhianat itu adalah anaknya Absalom dan penasihatnya Ahitofel yang memberontak terhadapnya. Di bagian awal syair ini, kita melihat betapa bebasnya ekspresi yang ditunjukkan Daud kepada TUHAN, bagaikan seorang anak kecil (jujur, terbuka tanpa rasa malu akan kelemahannya) yang bisa menangis sepuasnya mengadukan perkaranya kepada Bapa-nya dan meminta Bapa-nya untuk segera menolongnya. Ini bertolak belakang dengan kesombongan orang Farisi dalam perumpamaan Yesus pada Lukas 18:11-12.

Ayat pendukung: Matius 18:3-4

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama