Kidung AgungMahkota di Hari Pernikahan
Shalom, Kekasih Kristus.
Kidung Agung 3:6-11 (TB)
6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?
7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.
8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.
9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.
10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,
11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.
Kembali sang gadis Sulam digoda dengan tawaran kekuasaan/ keperkasaan yang ditunjukkan raja Salomo ketika sang raja kembali ke Yerusalem dengan parade militer. Penyebutan mahkota dari ibunya dikenakan Salomo menunjukkan ia telah menyiapkan hari pernikahannya dengan gadis Sulam. Namun dalam ayat-ayat berikutnya, kita akan melihat bahwa gadis Sulam menolak keinginan sang raja untuk menikahinya. Ini juga mengingatkan kita akan tawaran kekuasaan yang disampaikan iblis namun ditolak Tuhan Yesus. Sayangnya, banyak orang meninggalkan iman mereka demi jabatan atau kekayaan.
Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (Matius 4:8-11)