Mazmur

Mazmur 51:14-21

Korban yang Berkenan di Hati-Nya

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 51:14-21

14 (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

15 (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

16 (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.

17 (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

18 (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

19 (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Ayat 18-19 dari kelanjutan syair ini sekali lagi menunjukkan pengenalan pribadi pemazmur akan Penciptanya, yaitu bahwa pengakuan dosa, ketidak-berdayaan dan penyerahan hati seseorang yang telah hancur remuk kepada TUHAN tidak membuat diri orang itu rendah di mata TUHAN, melainkan justru merupakan korban yang berkenan di hatiNya. Pemahaman yang benar inilah yang membuat Daud berani mengakui dosanya, memohon pengampunan Allah & kelepasan dari hutang darah (ayat 16), memperbaharui hidupnya dengan kegirangan (ayat 14, 20), berjanji untuk kembali hidup menyenangkan hati Allah (ayat 17, 121) dan bahkan memberitakan kasih karunia Allah kepada banyak orang (ayat 15).

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. (Ibrani 12:11-13)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama