AmsalJalan Pintas yang Menipu
Shalom, Kekasih Kristus.
Amsal 13:1-11 (TB)
1 Anak yang bijak mendengarkan didikan ayahnya, tetapi seorang pencemooh tidak mendengarkan hardikan.
2 Dari buah mulutnya seseorang akan makan yang baik, tetapi nafsu seorang pengkhianat ialah melakukan kelaliman.
3 Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.
4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.
5 Orang benar benci kepada dusta, tetapi orang fasik memalukan dan memburukkan diri.
6 Kebenaran menjaga orang yang saleh jalannya, tetapi kefasikan mencelakakan orang berdosa.
7 Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak.
8 Kekayaan adalah tebusan nyawa seseorang, tetapi orang miskin tidak akan mendengar ancaman.
9 Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam.
10 Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.
11 Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.
Peringkop Amsal ini relevan dengan fenomena orang-orang muda masa kini yang memamerkan kekayaan mereka & kehidupan mereka yang serba mewah, yang bisa membuat orang mengambil jalan pintas untuk meraih kehidupan yang tampak sangat menyenangkan itu; pemikiran “jalan pintas” itu bisa membuat anak muda menganggap pandangan moral orangtuanya sebagai sesuatu yang kolot & tidak praktis, dan sebaliknya ia tidak mau bekerja keras dan menghalalkan berbagai cara yang salah untuk meraih kekayaan itu bahkan berpura-pura kaya dan bersikap angkuh/ sombong untuk mengejar status sosial tertentu meski kadang bergaya miskin ketika ditagih hutangnya atau dimintai bantuan. Hidup semacam ini hanya merepotkan diri sendiri serta tidak mendatangkan kepuasan & kebahagiaan sejati
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yakobus 1:14-15)
Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. (Yakobus 1:9-10)
Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? (Yakobus 2:5)