PengkhotbahIri Hati yang Melahirkan Peperangan
Shalom, Kekasih Kristus.
Pengkhotbah 4:1-6 (TB)
1 Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan.
2 Oleh sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup.
3 Tetapi yang lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari.
4 Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.
5 Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri.
6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.
Pengkotbah melihat kebodohan manusia yang membuat dunia yang mereka tempati menjadi sebuah medan peperangan (& penderitaan) dengan motif iri hati (ayat 4) satu sama lain (berusaha jadi yang terbaik, terkuat, dll.) yang tidak akan pernah mereka menangkan selamanya dan memakan korban diri mereka sendiri. Pengkotbah bahkan menyimpulkan bahwa yang beruntung/ lebih berbahagia adalah orang-orang yang sudah mati (ayat 2) karena tidak lagi mengalami penderitaan. Sebaliknya, ayat 6 memberikan nasihat yang sangat berharga bagi Anda, saya dan segenap orang percaya: baiklah setiap orang turut berpartisipasi untuk menciptakan ketenangan dimanapun Anda berada
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:6-10)