Mazmur

Mazmur 45:1-10

Raja yang Mencintai Keadilan

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 45:1-10

45:1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih. (45-2) Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.

45:2 (45-3) Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.

45:3 (45-4) Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!

45:4 (45-5) Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!

45:5 (45-6) Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.

45:6. (45-7) Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.

45:7 (45-8) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

45:8 (45-9) Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;

45:9 (45-10) di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

Sesuai judulnya, Maskil bani Korah, menurut lagu Bunga bakung, untuk pemimpin biduan ini menceritakan tentang kasih Allah kepada umatNya. Awalnya mungkin merupakan lagu pernikahan raja, namun kemudian Mazmur ini diartikan secara rohani sebagai syair mesianik yang menggambarkan “pernikahan/ ikatan perjanjian” antara TUHAN Allah dengan umat pilihanNya, antara Mesias sebagai Raja dan orang-orang percaya sebagai mempelai wanita (bandingkan dengan Yesaya 62:5; Yehemia 16:8-13, Matius 25:1-13, Yohanes 3:28-31).

seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: ”Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih.” Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: ”Kamu ini bukanlah umat-Ku,” di sana akan dikatakan kepada mereka: ”Anak-anak Allah yang hidup.” Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. (Roma 9:25-26, 30)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama