Pengkhotbah

Pengkhotbah 3:12-15

Bersukacita dalam Pemberian TUHAN

Shalom, Kekasih Kristus.

Pengkhotbah 3:12-15 (TB)

12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.

13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.

14 Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.

15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

Mungkin ada yang bertanya mengapa TUHAN tidak memberikan saja apa yang baik & menyenangkan hati kita bila Ia benar-benar mengasihi kita? Hahaha. lihatlah apa yang Salomo lakukan setelah mendapatkan segala sesuatu yang diinginkan manusia dari TUHAN? Ia justru menghancurkan hidupnya sendiri dan warisan kebaikan yang ditinggalkan ayahnya Daud. Ayat 14 memberikan jawabannya: hidup seseorang adalah sebuah misteri (tidak dapat diduga) bahkan bagi dirinya sendiri agar ia senantiasa hidup dengan sikap hati yang takut/ hormat akan TUHAN!

Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya. (Yeremia 10:23)

Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. (Hosea 14:10)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama