Amsal

Amsal 14:14-24

Kepuasan Semu dan Ketenangan Sejati

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 14:14-24 (TB)

14 Orang yang murtad hatinya menjadi kenyang dengan jalannya, dan orang yang baik dengan apa yang ada padanya.

15 Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

16 Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.

17 Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

18 Orang yang tak berpengalaman mendapat kebodohan, tetapi orang yang bijak bermahkotakan pengetahuan.

19 Orang jahat tunduk di dekat orang baik, orang fasik di depan pintu gerbang orang benar.

20 Juga oleh temannya orang miskin itu dibenci, tetapi sahabat orang kaya itu banyak.

21 Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita.

22 Tidak sesatkah orang yang merencanakan kejahatan? Tetapi yang merencanakan hal yang baik memperoleh kasih dan setia.

23 Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja.

24 Mahkota orang bijak adalah kepintarannya; tajuk orang bebal adalah kebodohannya.

Hohoho.. ayat 14 ini dalam banget lho pengertiannya! Ada orang-orang yang hidup dalam kebohongan dan kebanggaan yang semu akan jalan hidupnya padahal pada dasarnya ia tidak pernah puas dan hati terus-menerus diwarnai dengan kekecewaan & kemarahan. Sebaliknya, orang yang hidupnya tampak “biasa-biasa saja di mata orang lain” justru selalu diliputi kebahagiaan dengan apapun yang TUHAN berikan dan ijinkan baginya

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.” Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. (2 Korintus 9:8-11)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama