AmsalManisnya Madu yang Berujung Pahit
Shalom, Kekasih Kristus.
Amsal 5:1-14 (TB)
1 Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan,
2 supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan.
3 Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak,
4 tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua.
5 Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati.
6 Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya.
7 Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.
8 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,
9 supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam;
10 supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal
11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa,
12 lalu engkau akan berkata: “Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;
13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
14 Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan.“
“Bibir perempuan jalang yang menitikkan tetesan madu” disini mewakili hawa nafsu kedagingan (manusia lama kita), tawaran dunia dan tipuan Iblis, yang seringkali tampak manis & menggiurkan dan menawarkan jalan pintas namun sesungguhnya menghadirkan celaka & penyesalan tanpa akhir waah.. benar-benar berbahaya ini, Kawan. Segara menyingkir saat bahaya “kenikmatan” itu mendekat dan jangan coba sedikitpun untuk memikirkannya
Aku tujukan perhatianku untuk memahami, menyelidiki, dan mencari hikmat dan kesimpulan, serta untuk mengetahui bahwa kefasikan itu kebodohan dan kebebalan itu kegilaan. Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya. (Pengkhotbah 7:25-26)