Pengkhotbah

Pengkhotbah 11:1-8

Menabur dengan Murah Hati

Shalom, Kekasih Kristus.

Pengkhotbah 11:1-8 (TB)

1 Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.

2 Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.

3 Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak.

4 Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

5 Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.

6 Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

7 Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;

8 oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.

Ada pembelajar Alkitab yang mengartikan roti pada ayat 1 sebagai butiran gandum yang dalam tradisi orang Mesir jaman dahulu dilemparkan ke tanah yang telah ditutupi air dari aliran Sungai Nil, dan tentu saja membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan gandum. Dan ayat-ayat selanjutnya menasihatkan kita untuk bekerja keras (jangan kebanyakan berhitung atau mencari alasan) serta rajin berbagi kepada banyak orang, yang dianalogikan sebagai menanam aset di banyak tempat sehingga akan menolong kita di masa sulit hmm. saya kok jadi teringat perumpamaan Tuhan Yesus tentang bendahara yang tidak jujur namun dipuji tuannya atas kecerdikannya dalam Lukas 16:1-9

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:43-44)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama