Kidung AgungCantik Meski Terik Matahari
Shalom, Kekasih Kristus.
Kidung Agung 1:5-8 (TB)
5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.
7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?
8 — Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.
Kepada puteri-puteri Yerusalem (para wanita di istana raja), sang gadis Sulam mengatakan bahwa ia tetap cantik sekalipun terik matahari siang menghitamkan kulitnya sementara ia bekerja menjadi penjaga kebun penjaga kebun anggur (tidak untuk berdiam di istana raja). Kerinduan gadis Sulam untuk lari menemui sang gembala domba kekasih hatinya karena tidak ingin berada di tempat lain (ayat 7) mengingatkan Anda dan saya orang percaya untuk selalu merindukan persekutuan pribadi dengan TUHAN. Meskipun kitab ini memiliki tafsiran yang sangat variatif, namun menurut tradisi Yahudi di abad 2 SM, rabbi Akiva menyatakan mutlaknya kitab Kidung Agung ditafsirkan secara allegoris (bukan tekstual/ sekular) sebagai pesan-pesan penuh makna rohani. Lebih jauh, rabbi Akiva mengatakan: “semua ayat Alkitab adalah kudus, tetapi Kidung Agung adalah yang terkudus dari yang kudus tersebut!”. Dan hingga kini, kitab Kidung Agung sangat dihormati dalam tradisi Yahudi dan dibacakan setiap kali merayakan Paskah seolah menggaungkan ikatan Perjanjian suci akan kasih sejati TUHAN dengan umatNya; dan bagi Anda & saya orang percaya, TUHAN Allah telah membuktikan kasihNya dengan kehadiran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN. (Hosea 2:18-19)
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! (Roma 5:8-10)
Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik. Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! (Mazmur 84:2, 12-13)