Mazmur

Mazmur 118:19-29

Batu yang Menjadi Penjuru

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 118:19-29 (TB)

19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.

20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.

21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!

26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.

27 TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.

28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.

29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Dalam kelanjutan Mazmur yang menjadi penutup Mazmur Hallel, sekaligus sebagai nubuat kedatangan Mesias ini, dimulai dengan kerinduan pemazmur untuk memasuki rumah TUHAN (ayat 19-21) yang tentu saja tidak layak bagi manusia berdosa kecuali oleh anugerah keselamatan Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib (Yohanes 14:6). Ayat 22-23 dikutip rasul Petrus untuk menjelaskan mengenai karya keselamatan oleh Yesus Kristus dalam Kisah Para Rasul 4:11. Anda & saya orang percaya sudah mengetahui kini bahwa ayat-ayat selanjutnya dari syair ini yang memohon keselamatan dari TUHAN sudah digenapi di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, Amin

maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati — bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri —, namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.“ (Kisah Para Rasul 4:10-12)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama