MazmurDiangkat dari Lubang Kebinasaan
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 40:1-9 (TB)
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (40-2) Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
2 (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,
3 (40-4) Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
4 (40-5) Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
5 (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
6 (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
7 (40-8) Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
8 (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.“
Pernah dengar pujian yang liriknya diambil dari ayat 3 syair mesianik yang ditulis Daud untuk dinyanyikan oleh pemimpin biduan ini? Dalam keterpurukan hidupnya (bagaikan sudah berada dalam lobang kebinasaan) akibat dosanya, Daud tetap percaya akan melihat kebaikan TUHAN (ayat 5-6). Selanjutnya, ayat 7-9 dari syair inilah yang dikutip penulis Ibrani dalam pasal 10:5-7, dimana korban sembelihan & korban sajian tidak lagi dibutuhkan karena Tuhan Yesus telah mati di kayu salib menanggung hukuman kita yang percaya kepadanya, membebaskan kita dari hukum dosa serta menyempurnakan kita yang dikuduskanNya untuk selamanya (Ibrani 10:12-14).
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita mengaku dosa kita , maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. (1 Yohanes 1:7, 9-10)