Amsal

Amsal 7:1-12

Menuju Rumah yang Menghadang

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 7:1-12 (TB)

1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.

2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.

4 Katakanlah kepada hikmat: “Engkaulah saudaraku” dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,

5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.

6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,

7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,

8 yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,

9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.

10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;

11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,

12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

Dalam peringkop ini, penulis Amsal seolah menunjukkan bahwa perzinahan adalah sebuah tindakan bodoh yang meremehkan/ menantang larangan Firman Tuhan (ayat 1-5) dengan justru mendekati sesuatu yang tampak sebagai kenikmatan yang terlalu bodoh untuk ditolak karena memuaskan hawa nafsu kedagingan (manusia lama) kita (ayat 6-12). Celakanya, para penzinah baru merasa “tertipu” dan menganggap dirinya sebagai “korban” ketika akhirnya menyadari bahwa dibalik tawaran kenikmatan itu terdapat jurang kehancuran & penyesalan tiada berujung

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. (Efesus 4:17-20)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama