Pengkhotbah

Pengkhotbah 4:7-16

Lebih Baik Berdua daripada Sendiri

Shalom, Kekasih Kristus.

Pengkhotbah 4:7-16 (TB)

7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari:

8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanya pun tidak puas dengan kekayaan; — untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? — Ini pun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.

9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka.

10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!

11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?

12 Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

13 Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi.

14 Karena dari penjara orang muda itu keluar untuk menjadi raja, biarpun ia dilahirkan miskin semasa pemerintahan orang yang tua itu.

15 Aku melihat semua orang yang hidup di bawah matahari berjalan bersama-sama dengan orang muda tadi, yang akan menjadi pengganti raja itu.

16 Tiada habis-habisnya rakyat yang dipimpinnya, namun orang yang datang kemudian tidak menyukai dia. Oleh sebab itu, ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Pernah kenal seorang yang tampak sukses dalam banyak hal termasuk kekayaan namun tidak pernah merasa puas padahal ia hanya hidup untuk dirinya sendiri? Jadi. untuk apa semua yang dia miliki itu? Sebaliknya, berbagi dengan orang lain sesungguhnya membuat hidup Anda berarti. Lagipula dengan berbagi, Anda mempersiapkan orang lain berbagi dengan Anda untuk membuat hidupnya berarti ketika Anda membutuhkannya. Tahukah Anda bahwa TUHAN ingin Anda memiliki persekutuan yang indah dengan sesama anak Tuhan dalam sebuah keluarga yang disebut Gereja, bukan gedung maupun organisasi melainkan orang-orang yang sudah menerima keselamatan dan dipersatukan oleh darah Kristus! Sederhana sekali: berusahalah dan fokus untuk membahagiakan orang lain bila Anda ingin orang lain membahagiakan Anda. Nah sekarang bayangkan betapa indahnya kehidupan bila semua orang ingin membuat orang lain bahagia.

Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: ”Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” (Matius 12:48-50)

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:2-4)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama