Amsal

Amsal 4:14-27

Jagalah Hatimu

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 4:14-27 (TB)

14 Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat.

15 Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

16 Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung;

17 karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman.

18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

20 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku;

21 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.

22 Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.

23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.

25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.

26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Tulisan Amsal ini berlanjut dengan sebuah penegasan bahwa kejahatan, baik melalui mulut, mata dan perilaku, adalah dunia yang gelap penuh kesulitan & malapetaka (ayat 16, 19) tanpa harapan meskipun tampak lebih mudah & memikat pada awalnya. Sebaliknya, penulis membujuk Anda & saya, seperti seorang ayah kepada anaknya, untuk memilih jalan orang benar yang akan membuat jalan kita rata dan terang/ penuh harapan (ayat 18, 26).

Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” (Matius 19:17)

Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran. (Ibrani 6:7-8)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama