Amsal

Amsal 31:22-31

Hikmat Melebihi Kemolekan

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 31:22-31 (TB)

22 Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.

23 Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

24 Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.

25 Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.

26 Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

27 Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.

28 Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:

29 Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.

30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

31 Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!

Dalam kelanjutan puisi akrostik yang menutup kitab Amsal ini, kita melihat pentingnya hikmat, bukan kemolekan & kecantikannya, bagi seorang isteri yang datang dari sikap hati yang takut akan TUHAN: ia akan menolong suami dan anak-anaknya mendapatkan keselamatan, meraih kesuksesan dan hidup dalam kebahagiaan

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1 Petrus 3:1-2, 4)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama