Mazmur

Mazmur 23:1-6

Gembala yang Baik bagi Jiwaku

Shalom, Kekasih Kristus.

Bentuk puisi dalam syair yang ditulis Daud ini berhasil membangkitkan perasaan damai yang sangat kental yang bahkan di saat keadaan begitu sulit (dalam lembah kekelaman) yang seharusnya memberikan rasa takut; ini menunjukkan bahwa bahagia adalah sebuah pilihan/ keputusan pribadi dalam keyakinan akan kasih TUHAN, bukan karena keadaan yang selalu berubah! Syair ini menggunakan metafora raja mesianik Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik (ayat 1) bagi semua orang yang menerima anugerah keselamatan dari pengorbanannya bagi mereka di kayu salib. Semua orang yang percaya kepadaNya dibebaskan dari hukum dosa dan kuasa maut; mereka menjadi miliknya yang dipeliharanya dengan baik (ayat 2-6a) dan menerima hidup kekal (ayat 6b).

Akulah gembala yang baik; gembala yang baik memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba. Akulah Gembala yang baik; maka gembala yang baik itu menyerahkan nyawa-Nya ganti segala domba itu. Akulah gembala yang baik. (Yohanes 10:11)

Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatandan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. (Yesaya 40:10-11)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama