Kidung AgungPuji-Pujian sang Kekasih
Shalom, Kekasih Kristus.
Kidung Agung 4:1-11 (TB)
1 Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
2 Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur, yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
3 Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu. Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
4 Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata. Seribu perisai tergantung padanya dan gada para pahlawan semuanya.
5 Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
6 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
7 Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.
8 Turunlah kepadaku dari gunung Libanon, pengantinku, datanglah kepadaku dari gunung Libanon, turunlah dari puncak Amana, dari puncak Senir dan Hermon, dari liang-liang singa, dari pegunungan tempat macan tutul!
9 Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku, engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata, dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku! Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur, dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku, madu dan susu ada di bawah lidahmu, dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
Tampaknya sang gembala kekasih hati kembali datang menemui gadis Sulam dalam mimpinya dan meneguhkan hatinya dengan puji-pujian indah tentang dirinya: elok rupa, mata menawan dan rambut hitam mengkilat menunjukkan kekuatan hati (ayat 1); gigi rapi yang terlihat menandakan senyum keceriaan (ayat 2); bibir merah, perkataan manis yang dituturkannya yang dilengkapi dengan kerlingan mata di balik kerudungnya (ayat 3), keanggunan yang menunjukkan keteguhan hati dan sejuta keistimewaan yang tersimpan di dalamnya (ayat 4), dan buah dada yang menawarkan kehangatan & berkat bagi kekasih hati dan anak-anak yang akan dihasilkannya (ayat 5). Sang gadis pun menyambut pujian dari sang kekasih dengan membuka isi hatinya (ayat 6) bahwa yang diinginkannya adalah merdeka dan hidup bersama sang kekasih. Tentu saja, sang gembala kekasih hati mengekspresikan kegirangannya melihat kesetiaan (iman) yang ditunjukkan oleh gadis Sulam (ayat 7-11). Demikianlah Allah memilih Anda & saya menjadi kekasih hatiNya dan mengijinkan kita hidup di tengah dunia yang jahat agar kita selalu merindukanNya sebagaimana Ia senantiasa merindukan kita; dan kesalehan hidup kita akan membuat hidup kita semakin bersinar (banyak orang akan mengaguminya dan memuliakan TUHAN, kekasih hatiNya). Inilah gambaran betapa berharganya Anda & saya orang percaya yang hidup benar di mata TUHAN, Amin.
Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. (2 Petrus 1:2-8)