Amsal

Amsal 21:1-15

Hati di Tangan TUHAN

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 21:1-15 (TB)

1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.

2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.

4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.

5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.

6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.

7 Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka, karena mereka menolak melakukan keadilan.

8 Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.

9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.

11 Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.

12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.

13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.

14 Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.

15 Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.

Sesungguhnya lah TUHAN menciptakan Anda & saya untuk memenuhi tujuan yang Ia tetapkan; hanya saja, kita harus memberikan respon yang tepat terhadap panggilan/ rencana TUHAN tersebut Ayat 1 dari Amsal ini memberi pesan bahwa orang yang menyerahkan hati/ tahta kehidupan-nya ke dalam tangan kasih karunia TUHAN, Sang sumber hikmat (baca juga Amsal 18:4) akan hidup seperti layaknya batang air yang dialirkan TUHAN kemana TUHAN mau: ia akan memiliki hidup yang berarti (berkelimpahan), Amin

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yohanes 7:37-38)

Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yeremia 17:7-8)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama