Amsal

Amsal 4:1-13

Peroleh Hikmat, Peroleh Pengertian

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 4:1-13 (TB)

1 Dengarkanlah, hai anak-anak, didikan seorang ayah, dan perhatikanlah supaya engkau beroleh pengertian,

2 karena aku memberikan ilmu yang baik kepadamu; janganlah meninggalkan petunjukku.

3 Karena ketika aku masih tinggal di rumah ayahku sebagai anak, lemah dan sebagai anak tunggal bagi ibuku,

4 aku diajari ayahku, katanya kepadaku: “Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

5 Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

6 Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian.

8 Junjunglah dia, maka engkau akan ditinggikannya; engkau akan dijadikan terhormat, apabila engkau memeluknya.

9 Ia akan mengenakan karangan bunga yang indah di kepalamu, mahkota yang indah akan dikaruniakannya kepadamu.“

10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.

11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

Diawali dengan menyebutkan pentingnya didikan dalam keluarga sedari kecil, Anda & saya, berapapun usia kita, diingatkan oleh penulis Amsal bahwa yang menentukan kesuksesan/kebahagiaan seseorang bukanlah warisan harta maupun kedudukan, melainkan hati yang selalu haus akan didikan/ hikmat dalam kebenaran dan memegang kuat kebenaran apapun resiko yang dihadapi, Amin. Tentu saja keteladanan Ayah/ Suami dan Ibu/ Isteri membuat hikmat itu hidup (bukan sekedar teori namun terbukti nyata) di hadapan anak-anak mereka

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:4-7)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama