MazmurAnugerah di Balik Kesia-siaan
Shalom, Kekasih Kristus.
Kelanjutan syair ini relevan dengan apa yang dikatakan dalam Pengkhotbah 8:11, “Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat”. Setelah menyatakan kesia-siaan semua kegemilangan duniawi orang fasik (ayat 11-14), pemazmur menulis kata “Sela” seolah mengajak kita semua untuk meng-Amin-in/ menyetujuinya, dan kemudian menyebutkan bahwa di kekekalan nasib mereka berbalik: orang fasik (yang meninggalkan segala kekayaan/ kedudukannya) akan tinggal tetap di dunia orang mati (ayat 14), sedangkan pemazmur & orang saleh lain akan hidup oleh anugerah keselamatan dari Allah (ayat 15), yang kini Anda & saya ketahui dikerjakan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya dari dunia orang mati. Haleluya!
Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. (1 Petrus 1:3-4, 6-7)