Mazmur

Mazmur 115:1-8

Bukan Kepada Kami, ya TUHAN

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 115:1-8 (TB)

1 Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!

2 Mengapa bangsa-bangsa akan berkata: “Di mana Allah mereka?”

3 Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!

4 Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,

5 mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,

6 mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,

7 mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.

8 Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya.

Septuaginta (PL terjemahan bahasa Yunani) menggabungkan syair ini kedalam Mazmur 114. Syair yang menjadi bagian dari Mazmur Hallel ini mengingatkan umat Tuhan, dan tentu saja termasuk Anda & saya, agar tidak meninggikan diri dan menganggap kesuksesan diri sebagai hasil dari kekuatan/ kekuasaan sendiri atau manusia apalagi berhala yang tidak bernyawa, melainkan senantiasa mengagungkan TUHAN Allah sebagai sumber segala kekuatan & kesuksesannya, Amin

Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamu pun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.“ (Ulangan 8:17-20)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama