Kidung Agung

Kidung Agung 7:9-13

Gairah yang Hanya Tertuju Kepada-Nya

Shalom, Kekasih Kristus.

Kidung Agung 7:9-13 (TB)

9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!“ Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

10 Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.

11 Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar!

12 Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu!

13 Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

Meskipun ucapan raja Salomo manis bagaikan anggur, namun gadis Sulam menegaskan bahwa gairahnya hanya tertuju kepada gembala pemilik dirinya (ayat 9-10) – ini melambangkan kekudusan hidup umat Allah. Jemaat menikmati persekutuan yang indah penuh kasih dengan TUHAN sekalipun ditengah kegelapan malam (ayat 11), dan cinta/ hidupnya memang hanya bagi TUHAN (ayat 10). Ayat 13 menjelaskan mengenai buah dari cinta gereja kepada TUHAN (buah dudaim membangkitkan gairah cinta; baca permintaan Rahel kepada Lea dalam Kejadian 30:14), yaitu ketika fajar menyingsing tiba waktunya untuk bersaksi & menuai jiwa-jiwa dari berbagai bangsa sebagai persembahan (bukti cinta) kepada TUHAN (ayat 12).

Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. (Yohanes 4:34-36)

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! (Yakobus 4:4-5, 7-8)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama