Amsal

Amsal 20:1-15

Menanam Kebiasaan yang Baik

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 20:1-15 (TB)

1 Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.

2 Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya.

3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

4 Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.

5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.

6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

7 Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya.

8 Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya.

9 Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?”

10 Dua macam batu timbangan, dua macam takaran, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN.

11 Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya.

12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

13 Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.

14 “Tidak baik! Tidak baik!”, kata si pembeli, tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.

15 Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan.

Setiap orang harus meninggalkan kemalasan dan menanam benih yang baik yang akan ia akan tuai buahnya di kemudian hari. Peringkop Amsal ini mengingatkan kita untuk mengembangkan kebiasaan-kebiasaan baik, seperti menjunjung tinggi kejujuran & kesetiaan, pandai mengendalikan diri (melawan amarah dan kemalasan) dan tau kapan harus berbicara atau diam, agar ia dan keturunan-nya akan senantiasa hidup dalam kebahagiaan (ayat 7)

Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.“ (Matius 12:34-37)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama