MazmurTangan Kanan TUHAN yang Perkasa
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 118:1-18 (TB)
1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
2 Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
3 Biarlah kaum Harun berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
4 Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.
10 Segala bangsa mengelilingi aku — demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.
11 Mereka mengelilingi aku, ya mengelilingi aku — demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.
12 Mereka mengelilingi aku seperti lebah, mereka menyala-nyala seperti api duri, — demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.
13 Aku ditolak dengan hebat sampai jatuh, tetapi TUHAN menolong aku.
14 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku.
15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!“
17 Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
18 TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Bagian pertama dari syair yang merupakan Mazmur terakhir dari rangkaian Mazmur Hallel (113-118) ini mengandung beberapa kalimat atau frase indah yang berulang. Kalimat “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” diulang-ulang saat pemazmur (diduga: Daud) mengajak umat bersyukur kepada TUHAN (ayat 1-4); frase “demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.” diulang saat pemazmur menyaksikan pertolongan TUHAN di masa kesesakannya (ayat 5-12); dan “Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan” diulang saat pemazmur menegaskan bahwa TUHAN ternyata menggunakan segala kesulitan & kejahatan para musuhnya sebagai rangkaian pelajaran pribadi untuknya untuk mengenal dan mengalami segala pekerjaan TUHAN yang dahsyat & perkasa
Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Ibrani 12:10-11)