Amsal

Amsal 14:25-35

Iri Hati yang Membusukkan Tulang

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 14:25-35 (TB)

25 Saksi yang setia menyelamatkan hidup, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat.

26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.

28 Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.

29 Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.

32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.

33 Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.

34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

35 Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi, tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.

Dalam bagian akhir Amsal ini, orang yang merasa diri hebat dan berhak mendapatkan yang lebih baik dan lebih banyak dari orang lain serta mudah menyalahkan orang lain atas keadaan dirinya (tidak puas dengan kenyataan hidupnya) digambarkan seperti memelihara penyakit yang membusukkan tulangnya sendiri Sedangkan orang benar, sekalipun tampak lemah dan sabar dalam menghadapi ketidak-adilan, justru terlindung oleh kebenaran dan ketulusan hatinya

Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri. (Galatia 6:3-5)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama