Kidung Agung

Kidung Agung 8:5-7

Cinta yang Kuat Seperti Maut

Shalom, Kekasih Kristus.

Kidung Agung 8:5-7 (TB)

5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? — Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.

6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

8 — Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?

9 Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.

10 — Aku adalah suatu tembok dan buah dadaku bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan.

Pada ayat 5, kita melihat bahwa gadis Sulam telah dilepaskan dan dijemput/ diantar kekasihnya pulang ke rumah-nya – padang gurun melambangkan dunia yang rusak karena dosa (baca Ulangan 32:10). Ayat 6-7 mengingatkan kita pada kematian Yesus di kayu salib untuk menebus kita karena cintaNya, dan karenanya kita mati untuk dosa dan hidup hanya untuk Dia kekasih hati kita, Amin. Sebagian pembelajar Alkitab percaya bahwa ayat 8-9 bicara mengenai orang-orang non Yahudi yang berusaha dihalangi dari menerima karunia keselamatan (lamaran dari Yesus Kristus, Mempelai Sorga). Ayat 10 bicara bahwa melihat keteguhan hati gadis Sulam bagaikan tembok dan kemuliaan hati yang dipancarkannya membuat kekasih hatinya menyebut dirinya berbahagia

dan jadilah besar seperti tumbuh-tumbuhan di ladang! Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil. Maka Aku lalu dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta berahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan ALLAH, dan dengan itu engkau Aku punya. (Yehezkiel 16:7-8)

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. (Yohanes 10:14-16)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama