Kidung Agung

Kidung Agung 4:12-16

Taman yang Tertutup Rapat

Shalom, Kekasih Kristus.

Kidung Agung 4:12-16

12 Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai.

13 Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buah-buahnya yang lezat, bunga pacar dan narwastu,

14 narwastu dan kunyit, tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu, beserta pelbagai rempah yang terpilih.

15 O, mata air di kebun, sumber air hidup, yang mengalir dari gunung Libanon!

16 — Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku, supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya! Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.

Kidung Agung 5:1 (TB)

1 — Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku, kukumpulkan mur dan rempah-rempahku, kumakan sambangku dan maduku, kuminum anggurku dan susuku. Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!

Sang gadis bagaikan “gan naul” (kebun/ pintu tertutup) terhadap segala godaan/ pencobaan, dan hanya diperuntukkan bagi sang gembala kekasih hatinya. Dan kebun (pardes) mengingatkan kita kepada taman Firdaus. Sebagian pembelajar Alkitab menafsirkan ini sebagai sebuah tindakan koreksi terhadap Hawa pertama yang jatuh dalam dosa akibat tipu muslihat Iblis di Taman Eden menjadi “Hawa yang baru” yang berhasil mengalahkan godaan Iblis. Di sisi lain, orang Yahudi menganggap kitab Taurat akan menjadi “gan naul” (tertutup) bila tidak dibuka/ dibaca. Kata “pardes” juga dipakai sebagai akronim dari 4 macam metode yang dipakai dalam Yudaisme untuk memahami Firman TUHAN, yaitu Peshat (lurus: makna jelas/ langsung), Remez (petunjuk: makna tersirat/ simbolik/ alegoris), Derash (tanya: metaforis/ perbandingan makna seperti kejadian serupa) dan Sod (misteri: makna tersembunyi/ wahyu).

Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya. (2 Korintus 11:2-3)

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (2 Petrus 1:3-4)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama