Amsal

Amsal 11:1-11

Neraca yang Tidak Curang

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 11:1-11 (TB)

1 Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.

2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut.

5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya.

6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

7 Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang jahat menjadi sia-sia.

8 Orang benar diselamatkan dari kesukaran, lalu orang fasik menggantikannya.

9 Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan.

10 Bila orang benar mujur, beria-rialah kota, dan bila orang fasik binasa, gemuruhlah sorak-sorai.

11 Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Peringkop ini bicara mengenai “Kejujuran” versus mental korupsi/ curang dari pedagang, pengusaha atau karyawan yang selalu ingin mendapatkan lebih (uang, fasilitas, waktu, dll) dari seharusnya/ yang dibenarkan, dengan merugikan orang lain atau sebuah institusi/ lembaga. Orang seperti ini selalu punya alasan pembenaran dan menyalahkan keadaan/ orang lain sebagai penyebab ia melakukan dosa yang menurutnya sesuatu yang wajar Ia tidak menyadari bahwa TUHAN sangat membenci kecurangan dan tentu saja orang itu, bahkan keluarganya, akan menanggung akibatnya Sebaliknya orang yang jujur karena selalu percaya, bersyukur dan puas akan kebaikan TUHAN akan selalu diberkati berlebih karena TUHAN mau memakainya untuk memberkati orang lain (ayat 11).

Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita. (Titus 2:9-10)

Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka. (Efesus 6:8-9)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama