MazmurMerindukan Damai di Negeri Musuh
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 120:1-7 (TB)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 “Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu.”
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.
Mazmur ini mengawali 15 buah Nyanyian Ziarah (pasal 120-134), yang diawali frase Shir Ha-Ma’alot (A Song of Ascents), dan dinyanyikan dalam perjalanan keduabelas suku Israel naik menuju Bait Allah (di atas Bukit Sion) 3x dalam setahun (Paskah, Pondok Daun dan Pentakosta). Karena kemiripannya, banyak pembelajar Alkitab percaya bahwa Mazmur ini juga dituilis di masa yang sama dengan Mazmur 52, yaitu saat Daud mendengar kabar pembantaian keluarga Ahimelekh akibat pengaduan Doëg kepada raja Saul akan keberadaannya di rumah Ahimeekh sebelum ia melarikan diri ke negeri orang Fiistin. Disini, Daud memohon agar TUHAN melepaskannya (ayat 1-2), mencela para musuhnya, dan menyampaikan kesedihannya karena harus tinggal ditengah negeri musuh Israel guna menghindari kejaran saudara sebangsanya sendiri
Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. (1 Petrus 3:14-16)