Pengkhotbah

Pengkhotbah 9:13-18

Hikmat yang Terlupakan

Shalom, Kekasih Kristus.

Pengkhotbah 9:13-18 (TB)

13 Hal ini juga kupandang sebagai hikmat di bawah matahari dan nampaknya besar bagiku;

14 ada sebuah kota yang kecil, penduduknya tidak seberapa; seorang raja yang agung menyerang, mengepungnya dan mendirikan tembok-tembok pengepungan yang besar terhadapnya;

15 di situ terdapat seorang miskin yang berhikmat, dengan hikmatnya ia menyelamatkan kota itu, tetapi tak ada orang yang mengingat orang yang miskin itu.

16 Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.”

17 Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh.

18 Hikmat lebih baik dari pada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakkan banyak hal yang baik.

Kisah tentang seorang miskin tapi bijaksana yang menyelamatkan sebuah kota kecil dari pengepungan pasukan seorang raja besar mengingatkan kita pada kisah seorang perempuan bijaksana yang menyelamatkan penduduk kota Abel dari pengepungan pasukan panglima Yoab (baca 2Sam. 20:16). Mengakhiri nats ini, pengkotbah mengingatkan Anda & saya bahwa hikmat (Allah) memiliki kuasa yang jauh lebih besar dari kekuatan duniawi, dan karenanya bergaul lah dengan orang berhikmat bila ingin hidup damai & berbahagia

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit —, maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5)

Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:15-17)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama