AmsalHikmat dari Segala Bangsa
Shalom, Kekasih Kristus.
Amsal 22:17-29 (TB)
17 Pasanglah telingamu dan dengarkanlah amsal-amsal orang bijak, berilah perhatian kepada pengetahuanku.
18 Karena menyimpannya dalam hati akan menyenangkan bagimu, bila semuanya itu tersedia pada bibirmu.
19 Supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN, aku mengajarkannya kepadamu sekarang, ya kepadamu.
20 Bukankah aku telah menulisnya kepadamu dulu dengan nasihat dan pengetahuan,
21 untuk mengajarkan kepadamu apa yang benar dan sungguh, supaya engkau dapat memberikan jawaban yang tepat kepada yang menyuruh engkau.
22 Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang.
23 Sebab TUHAN membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.
24 Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah,
25 supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat bagi dirimu sendiri.
26 Jangan engkau termasuk orang yang membuat persetujuan, dan yang menjadi penanggung hutang.
27 Mengapa orang akan mengambil tempat tidurmu dari bawahmu, bila engkau tidak mempunyai apa-apa untuk membayar kembali?
28 Jangan engkau memindahkan batas tanah yang lama, yang ditetapkan oleh nenek moyangmu.
29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.
Beberapa ayat dalam peringkop ini hingga pasal 23:12 memiliki kemiripan dengan Instruksi/Kebijaksanaan Amenemopet, karya sastra yang ditulis di Mesir Kuno pada Periode Ramses (800–700 SM); ini mengingatkan kita pada 1 Raja-raja 4:29-30 yang menyebutkan bahwa hikmat yang Allah berikan kepada Salomo melebihi hikmat segala bani Timur & orang Mesir. Para pembelajar Alkitab menduga bahwa mulai dari nats ini hingga akhir pasal 24 (Amsal-amsal orang bijak) merupakan tulisan tambahan diantara Amsal-amsal tertua yang ditulis Salomo (Amsal 10:1 – 22:16 dan Amsal 25-29), dimana penulis Amsal berbicara langsung kepada pembacanya (memakai kata “engkau”), seakan meminta Anda & saya fokus mengarahkan pendengaran kita kepada kebenaran/ petunjuk/ instruksi yang sangat istimewa dari Allah agar kita mengenali manakah kehendak Allah dan yang akan menentukan kebahagiaan kita, Amin
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. (Matius 5:6)
Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. (Yesaya 55:2-3)