Mazmur

Mazmur 78:38-55

Kesabaran Allah di Tengah Murka-Nya

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 78:38-55 (TB)

38 Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

39 Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.

40 Berapa kali mereka memberontak terhadap Dia di padang gurun, dan menyusahkan hati-Nya di padang belantara!

41 Berulang kali mereka mencobai Allah, menyakiti hati Yang Kudus dari Israel.

42 Mereka tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan,

43 ketika Ia mengadakan tanda-tanda di Mesir dan mujizat-mujizat di padang Zoan.

44 Ia mengubah menjadi darah sungai-sungai mereka dan aliran-aliran air mereka, sehingga tidak terminum;

45 Ia melepaskan kepada mereka lalat pikat yang memakan mereka, dan katak-katak yang memusnahkan mereka;

46 Ia memberikan hasil tanah mereka kepada ulat, dan hasil jerih payah mereka kepada belalang;

47 Ia mematikan pohon anggur mereka dengan hujan batu, dan pohon-pohon ara mereka dengan embun beku;

48 Ia membiarkan kawanan binatang mereka ditimpa hujan es, dan ternak mereka disambar halilintar;

49 Ia melepaskan kepada mereka murka-Nya yang menyala-nyala, kegemasan, kegeraman dan kesesakan, suatu pasukan malaikat yang membawa malapetaka;

50 Ia membiarkan murka-Nya berkobar, Ia tidak mencegah jiwa mereka dari maut, nyawa mereka diserahkan-Nya kepada penyakit sampar;

51 dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham;

52 disuruh-Nya umat-Nya berangkat seperti domba-domba, dipimpin-Nya mereka seperti kawanan hewan di padang gurun;

53 dituntun-Nya mereka dengan tenteram, sehingga tidak gemetar, sedang musuh mereka dilingkupi laut;

54 dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, yakni pegunungan ini, yang diperoleh tangan kanan-Nya;

55 dihalau-Nya bangsa-bangsa dari depan mereka, dibagi-bagikan-Nya kepada mereka tanah pusaka dengan tali pengukur, dan disuruh-Nya suku-suku Israel mendiami kemah-kemah mereka itu.

Disini, pemazmur menjelaskan bahwa dalam murkaNya sekalipun, TUHAN Allah menghentikan penghakiman/ hukuman yang dirancangNya yang sebagian sudah dilaksanakan atas dosa umatNya, karena Ia mengasihi mereka (baca Yesaya 65:8 dan Hosea 11:8), . Tapi mengapa harus jatuh dalam penderitaan akibat hukuman Allah kalau kita tahu apa yang harus kita lakukan untuk hidup berkemenangan sebagaimana yang Allah janjikan bagi Anda & saya orang percaya?

Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. (Ibrani 3:12-14)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama