Mazmur

Mazmur 6:1-10

Jujur di Hadapan Allah

Shalom, Kekasih Kristus.

Seorang prajurit biasanya memiliki mental baja dan tidak mau terlihat lemah di hadapan orang lain; Daud yang juga seorang prajurit bermental baja dan tidak mengenal rasa takut di medan perang ternyata selalu membuka isi hati dan pikirannya dengan jujur di hadapan Allah, yang ia tuliskan dalam bentuk syair-syair Mazmur. Itu sebabnya dikatakan bahwa Mazmur memberikan kesempatan berharga untuk melihat diri sendiri di depan cermin dalam salah-satu situasi tersebut (dengan berbagai pernyataan & pertanyaan jujur kepada Allah justru karena kedekatan/ kepercayaan/ pengenalan pribadi mereka kepadaNya, dan ditantang untuk setuju dengan pemahaman penulis akan Allah agar iman-nya dikuatkan). Syair untuk dinyanyikan pemimpin biduan dengan iringan kecapi menurut lagu Yang kedelapan (sejenis irama/ melodi) ini merupakan ekpresi ketidak-berdayaan sang penulis Daud akan masalah yang tak kunjung berakhir dan kejujuran Daud bahwa ia layak mengalami itu semua sebagai hukuman atas dosanya (ayat 2-4); namun demikian, pengenalan Daud akan kasih setia Allah membuat dia berani memohon belas kasihan (merayu) Allah untuk segera memulihkan keadaannya (ayat 5-8), dan bahkan ia mengakhiri syair ini dengan keyakinan bahwa TUHAN telah mendengar & mengabulkan permohonannya serta membela perkaranya terhadap para musuhnya (ayat 9-12). Haleluya!

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama