MazmurRatapan yang Berubah Menjadi Pujian
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur Daud yang dimulai dengan ratapan ini berakhir menjadi pujian! Disini, pemazmur sangat merindukan suara/ jawaban TUHAN yang tidak kunjung terdengar sehingga ia merasa seperti orang yang mau mati (ayat 1-2). Pemazmur ingin TUHAN memisahkan dirinya dari orang-orang jahat yang tampak ramah sekalipun (ayat 3), serta memohon agar TUHAN menghukum dan membinasakan mereka (ayat 4-6); ingatlah, bahwa dalam pengertian orang Israel akan hukum tabur tuai, perbuatan jahat bisa dihentikan kalau pelaku kejahatan itu dibinasakan. Sedangkan syair pujian dalam ayat 7-9 menunjukkan iman pemazmur yang percaya bahwa TUHAN sudah mengabulkan seruan permohonannya. Bagi Anda & saya orang percaya, berlaku hukum kasih berbeda dengan kasih karunia Allah bagi Anda & saya orang percaya, TUHAN justru menginginkan agar kita terlebih dahulu mengampuni segala dosa orang-orang yang berlaku jahat agar kita memiliki keberanian percaya bahwa TUHAN sudah mengabulkan permohonan kita, Amin!
Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu. Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:24-25).