AmsalTakut Akan TUHAN, Resep Kebahagiaan
Shalom, Kekasih Kristus.
Amsal 15:23-33 (TB)
23 Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya!
24 Jalan kehidupan orang berakal budi menuju ke atas, supaya ia menjauhi dunia orang mati di bawah.
25 Rumah orang congkak dirombak TUHAN, tetapi batas tanah seorang janda dijadikan-Nya tetap.
26 Rancangan orang jahat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi perkataan yang ramah itu suci.
27 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.
28 Hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat.
29 TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.
30 Mata yang bersinar-sinar menyukakan hati, dan kabar yang baik menyegarkan tulang.
31 Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.
32 Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.
33 Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.
Ayat 33 seakan menyimpulkan resep kehidupan yang sukses dan penuh kebahagiaan, yaitu hati yang takut akan TUHAN: merendahkan hatinya dihadapan TUHAN dan manusia dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman/ petunjuk/ perintah yang harus ia lakukan Kerendahan hati mudah untuk diucapkan namun sulit sekali untuk dijaga/ dipertahankan, karena itu berarti ada saatnya kita harus diam ketika dihina, direndahkan bahkan dirugikan, sambil tetap berusaha mengasihi dan melayani orang yang jahat/ menjengkelkan itu. Tetapi sesungguhnya, kerendahan hati seperti inilah yang mendatangkan perkenan Allah dan hormat dari manusia, Amin
Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:9-10)
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. (Roma 14:17-19)