PengkhotbahKeterbatasan Hikmat Manusia
Shalom, Kekasih Kristus.
Pengkhotbah 7:23-29 (TB)
23 Kesemuanya ini telah kuuji untuk mencapai hikmat. Kataku: “Aku hendak memperoleh hikmat,” tetapi hikmat itu jauh dari padaku.
24 Apa yang ada, itu jauh dan dalam, sangat dalam, siapa yang dapat menemukannya?
25 Aku tujukan perhatianku untuk memahami, menyelidiki, dan mencari hikmat dan kesimpulan, serta untuk mengetahui bahwa kefasikan itu kebodohan dan kebebalan itu kegilaan.
26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.
27 Lihatlah, ini yang kudapati, kata Pengkhotbah: Sementara menyatukan yang satu dengan yang lain untuk mendapat kesimpulan,
28 yang masih kucari tetapi tidak kudapati, kudapati seorang laki-laki di antara seribu, tetapi tidak kudapati seorang perempuan di antara mereka.
29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.
Pengkhotbah 8:1 (TB)
Siapakah seperti orang berhikmat? Dan siapakah yang mengetahui keterangan setiap perkara? Hikmat manusia menjadikan wajahnya bercahaya dan berubahlah kekerasan wajahnya.
Senada dengan Pengkotbah 1:12-18, nats ini menyadarkan kita untuk mengakui keterbatasan kita memahami hikmat Allah. Kesadaran ini seharusnya membuat manusia taat saja 100% pada Firman Tuhan meskipun belum memahami mengapa kita harus melakukannya, dan bukannya mencari-cari alasan pembenaran untuk memenuhi keinginannya atau untuk sekedar menyenangkan orang lain! (ayat 29). Ayat 26 memberi kesan kuat bahwa Salomo menyadari ia telah terjerat dalam dosa yanv diperkenalkan para isterinya. Karena itu, jangan pernah merasa berhikmat karena kita memang tidak akan pernah mandiri tanpa pertolongan hikmat Allah dan kasih karunia TUHAN untuk menjalani hidup penuh misteri ini dengan berkemenangan, Amin
Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit — apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati — apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera. (Ayub 11:7-9)
Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. (Yakobus 3:17-18)