Amsal

Amsal 16:25-33

Kecurangan Tidak Menolong

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 16:25-33 (TB)

25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

26 Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya memaksa dia.

27 Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.

28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.

30 Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.

31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.

32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

33 Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Ayat 28 menegaskan bahwa “kecurangan” tidak akan menolong seseorang untuk mendapatkan kepuasan; sebaliknya, “kecurangan-nya” justru akan membuat ia kehilangan apa yang penting/ berarti baginya dan bahkan mencelakakan dirinya sendiri Sedangkan ayat 32 menegaskan bahwa orang yang “sabar” (yang digerakkan oleh hati yang mengasihi) meskipun dicurangi, difitnah dan diperlakukan tidak adil, justru memiliki kuasa (wibawa rohani dari TUHAN) yang besar bak pahlawan dan karenanya akan dihormati, Amin

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. (Kolose 3:12-14)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama