Amsal

Amsal 15:1-12

Jawaban yang Lemah Lembut

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 15:1-12 (TB)

1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

2 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.

3 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.

5 Orang bodoh menolak didikan ayahnya, tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.

6 Di rumah orang benar ada banyak harta benda, tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.

7 Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan, tetapi hati orang bebal tidak jujur.

8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

9 Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.

10 Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati.

11 Dunia orang mati dan kebinasaan terbuka di hadapan TUHAN, lebih-lebih hati anak manusia!

12 Si pencemooh tidak suka ditegur orang; ia tidak mau pergi kepada orang bijak.

Kita bisa mengenali karakter seseorang dari apa yang ia ucapkan, bagaimana cara mengucapkannya dan kesesuaian ucapan dengan tindakannya sehari-hari (ayat 1-7). Alangkah baiknya bila Anda & saya selalu peka terhadap didikan/ teguran TUHAN melalui pembelajaran Firman Tuhan, perkataan orang lain maupun berbagai peristiwa yang TUHAN ijinkan terjadi (ayat 8-12). Baiklah Anda & saya hanya berbicara setelah meyakini apa yang ia harapkan dari orang yang mendengar ucapan kita sehingga ucapan kita & cara kita menyampaikannya menolong kita untuk memenuhi harapan kita itu; karenanya mari kita serahkan bibir mulut kita sebagai persembahan kita kepada TUHAN agar TUHAN pakai hanya untuk maksudNya yang mulia, Amin

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. (Yesaya 50:4-5)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama