Mazmur

Mazmur 78:17-37

Berontak di Tengah Kelimpahan

Shalom, Kekasih Kristus.

Mazmur 78:17-37 (TB)

17 Tetapi mereka terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi di padang kering.

18 Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.

19 Mereka berkata terhadap Allah: “Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?

20 Memang, Ia memukul gunung batu, sehingga terpancar air dan membanjir sungai-sungai; tetapi sanggupkah Ia memberikan roti juga, atau menyediakan daging bagi umat-Nya?“

21 Sebab itu, ketika mendengar hal itu, TUHAN gemas, api menyala menimpa Yakub, bahkan murka bergejolak menimpa Israel,

22 sebab mereka tidak percaya kepada Allah, dan tidak yakin akan keselamatan dari pada-Nya.

23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,

24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;

25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

26 Ia telah menghembuskan angin timur di langit dan menggiring angin selatan dengan kekuatan-Nya;

27 Ia menurunkan kepada mereka hujan daging seperti debu banyaknya, dan hujan burung-burung bersayap seperti pasir laut;

28 Ia menjatuhkannya ke tengah perkemahan mereka, sekeliling tempat kediaman itu.

29 Mereka makan dan menjadi sangat kenyang; Ia memberikan kepada mereka apa yang mereka inginkan.

30 Mereka belum merasa puas, sedang makanan masih ada di mulut mereka;

31 maka bangkitlah murka Allah terhadap mereka: Ia membunuh gembong-gembong mereka, dan menewaskan teruna-teruna Israel.

32 Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib.

33 Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.

34 Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah;

35 mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka.

36 Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia.

37 Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya.

Disini, pemazmur menjabarkan bagaimana mereka yang disebut umat Allah, ternyata tidak tulus mengasihi TUHAN, melainkan cenderung memberontak terhadap tuntunan Allah dan hidup mengikuti hawa nafsu sampai mereka jatuh dalam penderitaan & hukuman Allah, dan baru kemudian kembali mencari Allah

Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup. (Ibrani 10:22, 30-31)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama