MazmurMata yang Memandang kepada TUHAN
Shalom, Kekasih Kristus.
Mazmur 123:1-4 (TB)
1 Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;
4 jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong.
Dalam kebanyakan Mazmur/ Nyanyian Ziarah, kita melihat pengulangan penyebutan kata tertentu untuk menuju klimaks/ menujukkan urgensi/ arti pentingnya, seperti “melayangkan mata - memandang kepada TUHAN sampai Ia mengasihi kita” dan “kasihanilah kami - kasihanilah kami sebab kami sudah cukup kenyang …” Syair ini menasihatkan umat Allah, termasuk Anda & saya untuk terus memandang TUHAN, menaikkan doa-doa kita kepadaNya sambil tetap bertahan dalam kesesakan hingga pertolongan TUHAN datang karena sesungguhnya TUHAN sendirilah yang mengijinkan kesulitan hadir untuk menguji/ memurnikan kasih & iman kita dan Ia sendiri pula yang akan menyelesaikannya bagi kita di saat yang tepat, Amin
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (Roma 12:11-12, 21)