Amsal

Amsal 27:14-27

Air yang Memantulkan Wajah

Shalom, Kekasih Kristus.

Amsal 27:14-27 (TB)

14 Siapa pagi-pagi sekali memberi selamat dengan suara nyaring, hal itu akan dianggap sebagai kutuk baginya.

15 Seorang isteri yang suka bertengkar serupa dengan tiris yang tidak henti-hentinya menitik pada waktu hujan.

16 Siapa menahannya menahan angin, dan tangan kanannya menggenggam minyak.

17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

18 Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati.

19 Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

20 Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.

21 Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya.

22 Sekalipun engkau menumbuk orang bodoh dalam lesung, dengan alu bersama-sama gandum, kebodohannya tidak akan lenyap dari padanya.

23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu.

24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?

25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan,

26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang,

27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.

Kelanjutan Amsal ini mengingatkan kita untuk menjaga sikap hati yang benar terhadap Allah, diri sendiri dan sesama karena semua yang dikatakan dan dilakukan berasal dari hati (ayat 19); dan karenanya perjalanan hidup kita akan ditentukan oleh bersih tidaknya hati kita

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5:8)

“Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21)

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. (Matius 15:18-19)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama