Kidung Agung

Kidung Agung 8:11-14

Kebun Anggurku Sendiri

Shalom, Kekasih Kristus.

Kidung Agung 8:11-14 (TB)

11 Salomo mempunyai kebun anggur di Baal-Hamon. Diserahkannya kebun anggur itu kepada para penjaga, masing-masing memberikan seribu keping perak untuk hasilnya.

12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya.

13 — Hai, penghuni kebun, teman-teman memperhatikan suaramu, perdengarkanlah itu kepadaku!

14 — Cepat, kekasihku, berlakulah seperti kijang, atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah.

Demikianlah gadis Sulam menolak godaan raja Salomo dan memilih kebun anggurnya sendiri untuk setia kepada sang gembala kekasih hatinya. Ini merupakan simbol kesetiaan umat Allah kepada Tuhan Yesus Sang Gembala/ Mempelai Pria pemilik kebun anggur memberikan pesan kepada para penghuni kebunnya untuk meramaikan kebunnya dengan percakapan yang saling membangun diantara mereka. Dan gadis Sulam memberikan respon dengan menyampaikan kerinduannya agar sang kekasih hati segera datang menjemputnya. Demikianlah kitab Kidung Agung menceritakan kasih setia TUHAN yang tak berkesudahan dan seharusnya direspon dengan kasih Anda & saya, umat pilihanNya/ calon mempelai wanita, dengan kasih akan Dia dan sesama, Amin

Pada waktu itu akan dikatakan: “Bernyanyilah tentang kebun anggur yang elok! Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya; (Yesaya 27:2-3)

Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.” Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. (Maleakhi 3:16-17)

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup. (Ibrani 10:23-25, 36-39)

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.“ (Markus 12:30-31)

← Kembali ke Studi Perjanjian Lama